Karimun, News, Pendidikan, Kepri, Karimun, Publik

Gelar Razia, Satpol PP Jaring Puluhan Pelajar

| Kamis 25 Jan 2018 14:36 WIB | 1044

Guru
Pendidikan


PELAJAR: Puluhan pelajar yang terjaring pada saat razia digelar, Kamis (25/1/2017). (Foto/Hasian)


MATAKEPRI.COM, Karimun - Dalam razia pelajar yang digelar Satuan Polisi Pamong Paraja (Satpol PP) Karimun, Puluhan pelajar yang sedang berada diluar jam pelajaran Sekolah (Bolos), terjaring, Kamis (25/1/2018) pagi. Puluhan pelajar yang terjaring tersebut, berasal dari Kecamatan Tebing, Meral Barat, Karimun dan Kecamatan Meral Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun Kepulauan Riau (Kepri).

Kepala Satuan Satpol PP Karimun melalui Kepala Seksi Perlindungan Masyarakat (Kasi Linmas), Deny Abidin

mengatakan bahwa razia yang digelar tersebut, razia penertiban pelajar yang bertujuan untuk melakukan penertiban bagi pelajar yang berada diluar sekolah (Bolos) pada saat jam pelajaran berlangsung.

"Penertiban ini, kita lakukan, ditempat-tempat umum seperti, warung Network (Warnet), warung-warung, tempat-tempat nongkrongan dan pantai. Hasilnya, 19 pelajar dan 2 orang anak putus sekolah, kita amankan," ungkapnya.

Dikatakan, dalam razia yang digelar diberbagai tempat itu, 19 pelajar dan 2 anak putus sekolah, terjaring dan langsung diamankan dan diboyong ke Mako Satpol PP, guna pendataan. Usai dilakukan pendataan dan penanda tanganan surat pernyataan tidak akan mengulanginya lagi, para pelajar yang terjaring, diserahkan kepihak sekolah masing-masing .

Selanjutnya, sambung Abidin, melalui pihak sekolah, nantinya orangtua masing-masing murid yang terjaring dalam razia itu, akan dilakukan pemangilan. Sementara, 2 anak putus sekolah yang ikut terjaring saat bermain game PB (Poin Blank) di Warnet Fantastik Pasar Puakang Kecamtan Sei Lakam. Akan diserahkan langsung kepda orangtuanya.

"Usai kita data dan membuat surat pernyataan yang telah ditandatangani, datanya akan kita serahkan kepihak Dinas pendidikan dan pihak Sekolah masing-masing. Selanjutnya kita serahkan kepihak Sekolah, usai penandatanganan serah terima para pelajar oleh guru yang menjemput," jelasnya.

Menurutnya, dalam hal ini, perlu adanya pengawasan yang ekstra dari pihak sekolah maupun orangtua. Mengingat, kenakalan-kenakan remaja, baik dalam pergaulan dengan cara yang salah, dapat berdampak negatif terhadap anak. Sebagai contoh yang telah viral dimedsos akhir-akhir ini, terkait kasus kekerasan dan pelecehan seksual.

Hal itu tentunya, dapat dijadikan sebagai pelajaran atas lemahnya pengawasan terhadap anak. Hari ini boleh hal-hal seperti ini, yerjadi. Besok atau kedepan, kita tidak mengetahui apa yangvterjadi terhadap anak. Pasalnya, saat kita amankan, ada yang tertangkap sedang asik nongkrong ditempat-yempar tertentu.

"Bahkan, ada pelajar wanita yang tertangkap bersama pelajar pria sedang asik berada di lokasi pantai. Parahnya lagi, saat razia kita lakukan, ada pelajar yang kedapatan sedang asik menikmati rokok (Merokok). Tentunya, ini hal yang sangat menghawatirkan. Hari ini, boleh merokok, besok-besok, bisa aja yang lainya," pungkaanya. 

    Oleh karena itu, kita berharap kepada para guru maupun orangtua, agar selalu meningkatkan pengawasan terhadap anak. Mengingat usia mereka saat ini, masih masuk kategori mudah untuk terkontaminasi atau terikut-ikut akan hal-hal yang tidak diinginkan maupun yang tidak baik, yang dikhawatirkan bisa saja terjadi kepada anak. (hasian)