Batam

Tak Ada Lagi Pekerjaan! Sudah Hampir 3000 Orang Tinggalkan Batam!

| Jumat 09 Jun 2017 11:58 WIB | 22948

Tenaga Kerja
BP Batam


Pemandangan kota Batam


MATAKEPRI.COM, Batam - Hampir 3000 an warga Batam yang pergi meninggalkan kota ini lantaran sudah tak ada lagi lapangan kerja yang bersedia menampung mereka.

Berdasarkan catatan Disdukcapil Kota Batam, April silam lembaga ini hanya mengeluarkan Surat Keterangan Pindah (SKP) sebanyak 1.190 lembar. Namun jumlahnya meningkat pada Mei, hingga menyentuh angka 1.429 lembar. Dua bulan terakhir ini ada sebanyak 2.619 warga tinggalkan Batam. “Dalam satu hari, bisa ada sekitar 80 hingga 90 orang yang mengurus surat pindah keluar,” kata Kepala Disdukcapil Batam, Said Khaidar, kemarin. Diduga angka tersebut jauh lebih besar bila melihat banyak warga yang tidak melaporkan surat pindah ketika pergi dari Batam.

Alasan pindahnya warga dari kota terbesar di Kepri ini ke luar kota bervariasi. Mulai dari ikut suami hingga melanjutkan pendidikan. Namun alasan paling dominan menurutnya adalah karena sudah tak memiliki pekerjaan di Batam. “Mei ini jumlahnya meningkat dibanding bulan sebelumnya,” ujarnya.

Sementara itu penduduk yang datang ke Batam dalam dua bulan terakhir cenderung menurun. Namun secara akumulasi, jumlahnya tetap lebih besar dibanding yang pindah ke luar Batam.

Data Disdukcapil April lalu mengeluarkan Surat Keterangan Kedatangan (SKD) sebanyak 1.985 lembar. Turun pada Mei menjadi hanya 1.394. Jika ditotal, ada sekitar 3.379 penduduk yang masuk ke Batam dalam dua bulan. Sementara total penduduk yang keluar hanya 2.619. dari kalkulasi sederhana diketahui, penduduk Batam bertambah 760 jiwa selama dua bulan terakhir melalui proses keluar masuk penduduk.

“Beberapa minggu ini jumlah keluar batam mengalami kenaikan dari biasa,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan dan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Batam, Muhammad Teddy Nuh.

Dia menambahkan dalam satu hari pemohon yang mengurus surat keluar Batam rata-rata 80 hingga 90 berkas. Sementara yang masuk ke Batam, berkisar 80 hingga 100 orang. Dengan daerah tujuan tertinggi yakni pulau Jawa menyusul Sumatera. “Biasanya pendatang yang paling banyak. Di bulan ini malah yang keluar yang naik. Dengan alasan yang beragam,” katanya.

Sebelumnya Dinas Tenag Kerja (Disnaker) Batam mencatat, Batam masih belum akan reda dari serbuan pencari kerja dari lura daerah. Kendati pertumbuhan ekonomi melambat dan sejumlah perusahaan tutup, namun kota industri ini masih menjadi magnet bagi pari pencari kerja. “Ini tak bisa dihindari. Batam masih mendapt serbuan dari pencaker dari luar kota,” ujar Kepala Disnaker Batam Rudi Sakyakirti, Kamis (1/6).

Saat ini kondisi Batam memang belum stabil. Banyak perusahaan yang tutup. Dari data terakhir yang diungkapkannya, sudah ada 34 perusahaan tutup terhitung akhir Mei silam. Jumlah pengangguran yang diakibatkan mencapai 889 orang.

Namun sejumlah perusahaan besar masih tetap bertahan. Walaupun dalam kondisi sepi order dan tengah mengefisiensi sejumlah pengeluaran perusahaan agar lebih kompetitif. Namun kondisi tersebut tampaknya masih jadi angin segar bagi pencaker dari luar batam. “Mereka melihat yang tutup itu hanya perusahaan sub kontraktor atau pendukung. Yang besar seperti McDermott masih ada dan bertahan,” kata Rudi.

Rudi menambahkan, tidak semua sektor mengalami penurunan aktivitas, seperti industri elektronik. Sebab masih banyak yang membuka lowongan meskipun tidak banyak, namun jika dibandingkan dengan galangan yang sangat berbeda seperti di Tanjunguncang. Dulu ada 20 perusahaan sekarang tinggal dua saja yang aktif,” ujarnya.

Hal ini harusnya menjadi pertimbangan bagi pencaker yang ingin ke Batam. Pihaknya memang tidak bisa menahan masuknya orang baru ke Batam. “Setidaknya mereka bisa berpikir ulang lah, yang di sini saja masih banyak yang menganggur,” ujarnya. (*/sn)