Karimun

Ini Baru Berita: Karimun Juara 1 Pintu Masuk Narkoba di Indonesia!

| Senin 15 May 2017 10:21 WIB | 1143

Bencana
Polresta Barelang
Polda Kepri
Pemprov Kepri
Gubernur
Bupati
Penyelundupan
Kejaksaan
Imigrasi
Bea Cukai
Kriminal
Kesehatan
BP Batam


Foto Ilustrasi


MATAKEPRI.COM, Karimun - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kepri menyatakan, wilayah Kabupaten Karimun menempati urutan pertama pintu masuk narkoba ke Indonesia.

"Provinsi Kepri masih menjadi tempat transit favorit masuknya narkoba luar negeri ke Indonesia. Dari hasil pemetaan kami, Karimun jadi pintu masuk terbesar masuknya narkoba. Mungkin, karena Karimun dekat dengan Johor (Malaysia)," kata Kepala BNN Kepri, Nixson Manurung di Graha Kepri, Batam, Jumat (12/5/2017).

Narkoba tersebut masuk melalui pelabuhan-pelabuhan laut kecil yang tersebar di sepanjang Karimun. "Urutan selanjutnya Bintan. Dengan posisi yang terbuka dan memiliki pantai yang luas, para bandar kerap memanfaatkan pantai-pantai itu memasukkan barang-barang haram itu. Di Bintan, narkoba masuk lewat berakit. Informasi ini sudah kita teruskan ke Polda Kepri," kata Nixson.

Menurut Nixon, Batam tidak menjadi jalur utama meskipun juga dekat dengan Johor karena pengawasan lebih ketat dan sering kali dilakukan razia oleh berbagai pihak terkait. "Para bandar tidak menjadikan Batam tempat favorit. Alasannya sederhana saja. Ketatnya pengawasan dari aparat dan maraknya razia menjadikan Batam relatif sulit. Kalau untuk jumlah besar, Batam agak susah," kata dia.

Maraknya narkoba yang masuk melalui Kepri sebenarnya disadari betul pihak BNN Kepri. Namun, keterbatasan personel dan anggaran membuat petugas dituntut ekstra keras lagi.

"Bayangkan, untuk mengawasi wilayah seluas Kepri ini bidang pemberantasan BNN Kepri hanya memiliki sembilan personel saja. Karena kurang personel, kita gandeng Polda Kepri untuk ikut membantu proses pemberantasan ini," kata Nixon.

Ketua DPRD Provinsi Kepri, Jumaga Nadeak mengapresiasi terobosan yang dilakukan BNN Kepri. "Kami, bersama kawan-kawan lain akan mencoba mendorong alokasi anggaran untuk BNN. Pelan-pelanlah kami bantu," kata Jumaga.

Selain membantu anggaran, Jumaga juga mempersilakan agar BNN masuk lebih dalam ke instansi-instansi pemerintahan, tempat hiburan, hingga lokasi-lokasi yang diduga jadi sarangnya narkoba. "BNN harus berani. Tongkrongi tempat hiburan itu. Trus, bikin tes urin mendadak di instansi pemerintah. Kami pasti dukung," kata dia.(*/oz)