Batam

Fantastis, Kenaikan UWTO Melangit Hingga Lima Kali Lipat dari Sebelumnya

| Senin 17 Apr 2017 21:24 WIB | 936

BP Batam
Aset Daerah


Demo penolakan UWTO beberapa waktu lalu.


MATAKEPRI.COM, Batam - Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO) atau UWTBP akan naik hingga lima kali lipat atau tepatnya mencapai 432 persen.

Tarif itu merupakan basis rancangan baru untuk pengalokasian lahan baru dengan konsep online yang akan diterapkan dalam waktu dekat.

“Sebenarnya kenaikan tarif ini tidak perlu dipersoalkan karena nantinya toh hanya sebagai plafon dan mekanisme pengalokasian lahan baru melalui lelang online,” ujar Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono, kemarin.

Menurutnya pada saat pengalokasian lahan baru lewat lelang online nanti, tentu saja akan tetap terjadi tawar menawar harga lahan antar investor.

“Dikasih tarif nol pun, jika alokasi lelang kan tetap terjadi tinggi-tinggian dalam penawaran kan,” katanya lagi.

Lagipula harga tanah di pasaran sudah mencapai jutaan, sedangkan nilai UWTO masih mencapai ratusan ribu. Inilah yang menjadi dasar pertimbangan BP Batam menerapkan hal tersebut.

Kenaikan setinggi ini menjadi pembicaraan hangat antara Dewan Kawasan (DK) dan Komisi VI DPR RI. Pasalnya DK telah menerbitkan Surat Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dengan Nomor S-657/SS.M.EKON/12/2016.

Surat tersebut merupakan usulan dari tim teknis kepada Ketua DK. Isi usulan adalah kenaikan UWTO tertinggi adalah 150 persen. Setelah itu Surat dengan Nomor s-348/M.EKON/12/2016 yang ditandatangani langsung oleh Ketua DK, Darmin Nasution terbit pada 19 Desember 2016

Surat ini berisi perihal mengenai kebijakan umum atas tarif UWTO,tarif jasa kepelabuhanan, dan mekanisme pencabutan lahan BP Batam. Sifatnya sangat segera untuk dilaksanakan. Usulan kenaikan tarif lahan paling tinggi hanya 150 persen.

Menanggapi hal ini, Andi mengatakan persoalan kenaikan tarif lahan setinggi 432 persen akan segera disampaikan ke DK. “Nanti akan kami sampaikan ke DK langsung,” ungkapnya. (*)