News

Dubes Korut Tidak Percaya Penyelidikan Kepolisian Malaysia Terkait Pembunuhan Jong-Nam

| Senin 20 Feb 2017 17:39 WIB | 573

Pembunuhan



MATAKEPRI.COM, Malaysia  - Korea Utara (Korut) mengusulkan kepada Malaysia untuk melakukan penyelidikan gabungan terkait kematian Kim Jong-Nam, kakak tiri pemimpin mereka Kim Jong-Un. Perdana Menteri Najib Razak menolak usulan Korut itu.

"Kepolisian dan para dokter kami sangat profesional," ucap PM Najib kepada wartawan di Kuala Lumpur, seperti dilansir media lokal Malaysia, New Straits Times, Senin (20/1/2017).

"Saya sangat meyakini bahwa mereka sangat objektif dalam setiap hal yang mereka lakukan," tegasnya.

Pernyataan ini disampaikan PM Najib usai menghadiri International Conference on Religion and Civilisation Sustainability di Kuala Lumpur. Pernyataan ini merupakan komentar pertama PM Najib terhadap penyelidikan kematian Jong-Nam.

Jong-Nam tewas usai diserang dua wanita di terminal Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) pada 13 Februari lalu. Laporan autopsi terhadap jenazah Jong-Nam belum dirilis otoritas Malaysia, sehingga penyebab kematiannya belum diketahui pasti.

Setelah sebelumnya menolak autopsi jenazah Jong-Nam, Duta Besar (Dubes) Korut untuk Malaysia, Kang Chol mengusulkan dilakukannya penyelidikan gabungan antara Korut dengan Malaysia dalam kasus ini.

"Jika Malaysia setuju dengan usulan kami, kami akan mengirimkan sebuah delegasi para pengacara untuk bergabung dalam penyelidikan dengan kepolisian Malaysia," ujar Dubes Kang Chol dalam konferensi pers di Kuala Lumpur, hari ini.

Kepada wartawan, Dubes Kang Chol juga menyatakan pemerintah Korut tak bisa mempercayai penyelidikan kepolisian Malaysia atas kematian Jong-Nam. "Sudah tujuh hari sejak insiden tersebut, namun tak ada bukti jelas soal penyebab kematian dan saat ini, kami tak bisa mempercayai penyelidikan kepolisian Malaysia," cetus Dubes Kang Chol.

Dubes Kang Chol baru saja dipanggil oleh Kementerian Luar Negeri Malaysia untuk dimintai penjelasan terkait tudingannya terhadap pemerintah Malaysia. Pekan lalu, dia menuding Malaysia berkonspirasi dengan "kekuatan musuh" dalam penyelidikan kasus ini.