International, News, Politik

Kedua Kalinya, Korut Kembali Luncurkan Dua Rudal Balistik Jarak Pendek Dari Pantai Timur

Moria | Rabu 31 Jul 2019 17:12 WIB | 320



Warga Korsel menonton peluncuran rudal Korut via televisi (istimewa)


MATAKEPRI.COM, Pyongyang - Korea Utara (Korut) kembali meluncurkan dua rudal balistik jarak pendek dari pantai timur negara tersebut. Aktivitas rudal Korut ini merupakan yang kedua kali dalam satu pekan terakhir. 

Seperti dilansir CNN dan Reuters, Rabu (31/7/2019), hal itu disampaikan oleh kantor Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS) dalam pernyataan terbarunya. Rudal-rudal jarak pendek itu terdeteksi diluncurkan dari area Wonsan-Kalma, pada Rabu (31/7) sekitar pukul 05.00 waktu setempat dan pukul 05.27 waktu setempat.

Disebutkan para pejabat Korsel bahwa rudal-rudal Korut itu mengudara sejauh 250 kilometer dan melesat hingga ketinggian 30 kilometer. 

JCS dalam pernyataannya menyebut rudal-rudal itu diluncurkan dari Semenanjung Hodo di pantai timur Korut, lokasi yang sama dengan lokasi peluncuran rudal Korut pekan lalu. JCS menyatakan pihaknya terus melakukan pemantauan sembari mewaspadai jika ada peluncuran tambahan.

Kantor berita Korsel, Yonhap News Agency, melaporkan bahwa rudal-rudal balistik jarak pendek yang baru diluncurkan Korut memilik tipe berbeda dengan sebelumnya. Tidak dijelaskan lebih lanjut oleh Yonhap soal tipe rudal itu. 

Secara terpisah, seorang pejabat Amerika Serikat (AS) yang enggan disebut identitasnya, mengonfirmasi peluncuran rudal Korut itu dalam pernyataan kepada CNN. Pejabat AS ini menegaskan bahwa rudal-rudal Korut itu jatuh ke lautan dan tidak memberikan ancaman langsung bagi AS maupun sekutunya. 

Juru bicara pasukan militer AS di Korsel, Kolonel Lee Peters, menuturkan bahwa pihaknya akan terus mengawasi situasi usai aktivitas rudal terbaru Korut. "Kami menyadari laporan-laporan peluncuran rudal dari Korea Utara dan kami akan terus memantau situasi," tegasnya.

Namun Peters tidak berkomentar saat ditanya apakah latihan militer gabungan antara AS dan Korsel -- yang dijadwalkan digelar bulan depan -- akan tetap digelar usai aktivitas rudal Korut ini. 

Sedangkan Kementerian Pertahanan Jepang dalam pernyataannya menegaskan bahwa rudal-rudal Korut tidak ada yang mencapai wilayahnya, ataupun zona ekonomi eksklusif Jepang. Ditegaskan Kementerian Pertahanan Jepang bahwa peluncuran rudal Korut tidak mengancam keamanan Jepang.

Sementara itu, JCS melontarkan peringatan bahwa aktivitas rudal Korut yang terus berulang 'tidak akan membantu upaya meredakan ketegangan di Semenanjung Korea'. "Kami menyerukan penghentian aksi-aksi semacam ini," imbuh pernyataan JCS. 

Terakhir kali, Korut meluncurkan rudal balistik pada 25 Juli lalu. Saat itu, ada dua rudal jarak pendek jenis baru yang diluncurkan ke Laut Timur. Peluncuran rudal Korut itu menjadi yang pertama sejak pemimpin Korut Kim Jong-Un dan Presiden AS Donald Trump bertemu di Zona Demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan kedua Korea pada 30 Juni lalu. Dalam pertemuan mendadak di DMZ, keduanya sepakat untuk membangkitkan kembali perundingan nuklir yang buntu.

(***/detiknews)



Berita Terkait

Tidak ada berita terkait