Batam, News

Apel Konsolidasi Operasi Ketupat Seligi 2019 dan kesiapan dalam rangka Pengamanan Sidang Perselisiha

Viktor | Kamis 13 Jun 2019 20:32 WIB | 647

Polda Kepri


Wakapolda Kepri, Brigjen Pol Drs Yan Fitri Halimansyah Saat menjawab pertanyaan dari awak media


MATAKEPRI.COM BATAM-Wakapolda Kepri, Brigjen Pol Drs Yan Fitri Halimansyah memimpin Apel Konsolidasi Operasi Ketupat Seligi 2019 dilaksanakan di Lapangan Upacara Polda Kepri. Wakapolda didampingi oleh Gubernur Kepri, DR Nurdin Basirun S.Sos, M.Si, Kasrem 033/WP, Kolonel Inf Jemmy Watuseke, dan Wadanlantamal IV Tanjungpinang Kolonel Laut Imam Teguh Santoso, S.T., M.Si.(13/06)


Apel Konsolidasi Operasi Ketupat Seligi 2019 juga dihadiri oleh Irwasda Polda Kepri, Pejabat Utama Polda kepri, Walikota Batam, Kapolresta Barelang, Pimpinan/Kepala Instansi terkait, Personil Tni – Polri, Personil Dit Pam BP Batam, Dishub, Satpol Pp, Senkom, damkar Kota Batam, Sar, Ksop, Jasaraharja, dan Imigrasi, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Dan Tokoh Pemuda.


Di dalam Apel Konsolidasi Operasi Ketupat Seligi 2019 dan Kesiapan Dalam Rangka Pengamanan Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum ( PHPU ) Gubernur Provinsi Kepri memberikan amanat kepada seluruh jajaran pihak keamanan.


"Saya ucapankan terima kasih kepada seluruh jajaran pihak keamanan, TNI dan Polri dan semua elemen atas terciptanya situasi yang kondusif di Provinsi Kepri, "ucap Nurdin.


Setelah penyampaian amanat dari Bapak Gubernur Provinsi Kepri dilanjutkan oleh Kasrem dan Wadantamal IV Tanjung Pinang.


"Kami dari TNI – Polri serta seluruh elemen siap mendukung Pengamanan Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum ( PHPU ) Tahun 2019, "ungkap Jemmy Watuseke.


Wakapolda Kepri juga menyampaikan amanat Operasi Ketupat Seligi 2019 yang diselenggarakan selama 13 hari mulai tanggal 29 Juni sampai dengan 10 Juni 2019. Polda Kepri telah melibatkan sebanyak 1.282 personel pengamanan, dengan jumlah 15 pos pengamanan, 32 pos pelayanan, 10 pos terpadu dan 3 pos bergerak untuk melaksanakan operasi ketupat seligi 2019 yang diselenggarakan selama 13 hari mulai tanggal 29 Juni sampai dengan 10 Juni.


"Kejadian laka lantas yang terjadi sebanyak 9 kasus, korban meninggal dunia 6 orang, luka berat 4 orang, luka ringan 7 orang, dibanding tahun 2018 kejadian laka lantas tetap 9 kasus, korban meninggal dunia 4 orang. Luka berat 3 dan luka ringan 10 orang. Kriminalitas menonjol yang terjadi selama operasi adalah sebanyak 5 kasus, yaitu curat 1 kasus, curas 2 kasus, penipuan 1 kasus dan penemuan mayat 1 kasus,"ucap Wakapolda.


Kapolda Kepri juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam penyelenggaraan operasi ketupat seligi 2019.


"Untuk mewujudkan keamanan di wilayah Provinsi Kepri saya perintahkan kepada seluruh jajaran Polda Kepri agar bekerja sama dengan rekan-rekan TNI, Pemda , stakeholder terkait dan elemen masyarakat untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat Provinsi Kepri agar tetap aman dan kondusif serta memelihara kedaulatan dan keutuhan NKRI, "ucapnya kembali.


"Kita menolak kerusuhan, kita menolak segala bentuk provokasi, kita tidak ingin terpecah belah oleh sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab untuk mengambil keuntungan sesaat, kita cinta perdamaian," tutupnya. (CW5)