Batam, News, Hiburan, Pendidikan

Film Sexy Killers hadirkan isu Politik Demokrasi tentang debat Pilpres 2019

Viktor | Kamis 02 May 2019 18:55 WIB | 1262

Selebritis
Kemanusiaan
inspirasi
Pemilu 2019


Organisasi kristen Sekota Batam GAMKI, GMKI, GSKI yang hadir saat launching Film Sexsy Killers (Foto:Egi /matakepri.com)


MATAKEPRI.COM,BATAM-GM Cafe Mega Legenda mengadakan nonton bareng Film Dokumenter dan Diskusi Sexy Killers yang mengupas tuntas kisah fakta terkait pertambangan batu bara di Indonesia dan di hadiri oleh organisasi kristen yang tergabung GAMKI, GMKI, GSKI kota Batam. (02/05)


Film dokumenter berjudul Sexy Killers beberapa hari ini jadi perbincangan masyarakat.Pasalnya, film ini yang didistribusikan oleh Watchdoc ini mengupas tuntas kisah fakta terkait Pertambangan batu bara di Indonesia.


Wakil Sekretaris Bidang Hubungan Antar Lembaga Gamki Roynaldo Talutu menjelaskan film ini menyuguhkan fakta kelam di balik terangnya lampu-lampu kota yang dapat memberikan perspektif lain terhadap usaha pemerintah memenuhi kebutuhan listrik di Indonesia.


"Sexy Killers dibuka dengan adegan yang cukup provokatif yakni pasangan suami istri yang sedang Honeymoon, dengan perhitungan listrik yang dipakai, Kita semua tahu adegan selanjutnya tetapi kita tidak tahu bagaimana listrik bisa sampai ke ruangan ini, "ucap roy saat selesai nobar. 


Sementara itu di film Sexy Killers ini menyajikan setidaknya ada lima isu. Di antara isu yang dimaksud yakni politik demokratis, isu kematian masyarakat setempat yang banyak memakan korban , isu lingkungan hidup, isu legalitas keberlangsungan pertambangan, dan isu ekonomi serta peran kita sebagai para regenerasi penerus isi bumi. 


"Film ini hadirkan isu politik demokrasi dimana dihadirkan tentang debat pilpres. Dipertontonkan pula kelompok oligarki yang menguasai hayat hidup orang banyak. Yang nyatanya hal ini membuat rantai makanan para pemeran saham yang didalamnya adalah para aktor pimpinan negara,"ucapnya kembali. 


"Selanjutnya isu penegakan hukum dan HAM. Dimana ada petani ditangkap. Hukum terlihat tajam ke bawah tumpul ke atas. Dalam film ada yang divonis tiga bulan penjara saat mempertahankan haknya karena melawan perusahaan, semoga ini juga bisa memberikan halaman untuk terus kita lebih bisa mengawasi daerah yang harus peduli dengan linkungan dan lebih mengenal pahamnya tentang legalitas andal itu sendiri," tutupnya. 


Para pembicara juga menyinggung tentang film Sexy Killers yang seharusnya menjadi nilai inspirasi tentang kaum regenerasi untuk lebih peduli dengan lingkungan, terlebih sampah yang kita buang dan peran penghijauan daerah sekitar dan lebih mencari tau lebih dalam dampak buruk positif yang bisa saja itu terjadi disekitar kita.


Usai nobar, peserta nobar dilsajikan dengan pembacaan puisi yang dibawakan oleh saudara hendrik dari komunitas akar bumi tentang balas budimu dibumi pertiwi.(CW5)